Beda Aki Basah Dengan Aki Kering

Baterai (accu/aki) merupakan salah satu bagian terpenting yang sangat vital terutuma bagi kendaraan yang telah mengaplikasikan sistem ECU ( electronic control unit). Bila ada kerusakan pada aki akan mengakibatkan kinerja mesin tidak baik, bahkan mesin akan mati Kerusakan pada aki akan mengakibatkan tak bisa berfungsinya kendaraan dengan baik, bahkan mesin akan mati mendadak atau sulit dinyalakan.





Bagi pemilik kendaraan atau pengguna kendaraan pribadinya perhatikan secara berkala kondisi dan performa aki agar tetap prima.

Secara umum aki terdiri dari dua jenis, yakni aki basah dan aki kering. Aki basah menggunakan cairan asam belerang (sulfuric acid) aki basah adalah aki yang berisi cairan asam belerang (sulfuric acid). Sementara aki kering tidak sepenuhnya kering karena di dalamnya masih terdapat cairan elektrolit atau gel.

Cermat memantau air aki basah
Tentunya kedua jenis aki ini pun memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kami akan memaparkan jenis aki yang lazim digunakan di Indonesia serta perawatannya, agar pasokan listrik kendaraan Anda tak memiliki masalah.

Pada aki basah, selain banderolnya lebih murah ketimbang aki kering, jika aki mulai drop atau tekor, maka Anda masih dapat diperbaiki dengan cara mengurasnya. Soal perawatan, aki jenis ini tentunya harus diperhatikan secara ekstra. Anda harus rajin-rajin memantau garis toleransi air aki agar performa aki tetap berjalan maksimal.

Cairan elektrolit aki (air aki) merupakan bagian penting dari aki basah. Cairan itulah yang memasok arus listrik pada kendaraan. Berkurangnya cairan bisa disebabkan penguapan dari efek hawa panas mesin, atau karena kerusakkan pada komponen lain.

Kemudian, jika kendaraan Anda menggunakan jenis aki basah, ada baiknya mesin dipanaskan dulu selama sekitar 10 menit sebelum kendaraan dijalankan.

Tindakan lain agar pemakaian aki basah lebih awet adalah mematikan semua perangkat yang menggunakan arus listrik, terutama pada mobil--seperti AC dan Audio, sebelum mematikan mesin mobil.

Hal itu bertujuan agar saat kembali menghidupkan mobil, arus listrik dari aki terfokus pada starter mesin saja. Tentunya aki akan lebih awet dan performanya terjaga.

Walau lebih mahal, aki kering lebih stabil
Aki kering dijual lebih mahal dari aki basah. Namun Anda tak perlu repot-repot mengecek air aki, karena aki jenis ini tak bisa dilakukan isi ulang. Oleh karena itu aki kering kerap disebut aki MF (maintenance free/bebas perawatan).

Untuk iklim tropis dengan temperatur udara yang cenderung panas seperti di Indonesia, Otomania menilai aki kering lebih baik untuk digunakan. Pasalnya, saat kendaraan dipakai mengarungi udara panas, cairan pada aki kering tak mudah menguap seperti pada aki basah.

"Penguapan di aki kering tetap terjadi namun minim, akan habis dalam waktu setahun sampai satu setengah tahun. Maka dari itu kami menyebutnya maintenance free," terang Agustono Santoso, Area Manager Yuasa Battery Indonesia.

Sedangkan, menurut Kepala Departemen Quality Yuasa Battery Indonesia, Sukirman, saat ini aki kering memang lebih dominan digunakan pada kendaraan era modern yang menunjang banyak fitur berbasis listrik, seperti sensor dan ECU.

Hal ini karena aki kering memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan aki basah.

Hal lain yang membedakan aki kering dan basah adalah bahan dasar yang digunakan. Jika aki basah menggunakan timah yang mengandung antimoni, maka aki kering menggunakan timah yang mengandung kalsium.

"Timah antimoni itu menimbulkan penguapan sangat banyak, sehingga harus sering tambah cairan aki (cairan elektrolit). Sementara untuk timah kalsium sangat sedikit, karena memiliki seramik filter dan bagian lainnya yang berfungsi hanya mengeluarkan gas saja," jelasnya lagi.

Perawatan yang perlu dilakukan untuk aki kering adalah mengecek tegangannya secara berkala, yang bisa dilakukan saat melakukan servis rutin kendaraan. Beberapa toko penjual aki kering biasanya juga menyediakan jasa pengecekan itu.

Jika pada saat dicek tegangan aki kering mengalami penurunan, maka bisa dilakukan pengecasan atau yang biasanya disebut dengan setrum aki.

Dalam pemakaian normal, baik aki kering maupun basah bisa bertahan hingga dua tahun. Namun, seperti telah dijelaskan di atas, aki basah mesti rutin dicek dan diisi elektrolitnya jika sudah berkurang. Hal yang tak perlu dilakukan jika menggunakan aki kering.
Previous
Next Post »
0 Komentar